Pengalaman "Budaya Champuru" yang menarik di Pulau Utama Okinawa bagian tengah Rute Berkeliling Perkembangan Sejarah dan Budaya Okinawa Pasca Perang Dunia II

Katsurenhaebaru 3807-2, Uruma-shi
Fasilitas sejarah dan budaya yang berhubungan dengan "Kimutaka no Amawari," pahlawan wilayah Katsuren. Artefak dari Reruntuhan Kastil Katsuren dipamerkan, serta foto dan video yang memperkenalkan Amawari juga diputarkan dalam fasilitas ini. Di sini merupakan tempat pembelajaran sambil menikmati sejarah dan budaya Kota Uruma, terutama sejarah dan budaya Reruntuhan Kastil Katsuren, yang berhubungan dengan "Kompleks Warisan Kastil Dinasti Ryukyu dan Warisan Terkait."

Katsurenhaebaru 3807-2, Uruma-shi
Pada tahun 2000 Reruntuhan Kastil Katsuren terdaftar dalam Warisan Dunia UNESCO, sebagai salah satu "Kompleks Warisan Kastil Dinasti Ryukyu dan Warisan Terkait." Kastil yang dikatakan sangat sulit diserbu musuh ini dibangun di atas tebing yang alami, berdinding melengkung yang anggun dan juga memiliki keindahan yang artistik. Dari puncak, pengunjung dapat menikmati pemandangan Samudra Pasifik yang berkilauan berwarna biru kobalt, dan karena itu situs ini menjadi populer sebagai salah satu tempat terindah di Okinawa.

Ishikawa Kadekaru 479-1, Uruma-shi
Salah satu gua batu kapur terbesar di Pulau Utama Okinawa bagian tengah. Ini adalah gua gaya baru yang menarik hati pengunjung dengan stalaktit maupun stalagmit langka yang terbentuk selama puluhan ribu tahun dan ruangannya disinari dengan sistem light-up yang indah. Dikarenakan pada saat Perang Okinawa gua ini dipakai sebagai tempat evakuasi dan tak seorang pun tewas menjadi korban perang, bahkan ada kejadian bayi yang lahir selama evakuasi tersebut, maka gua yang dianggap sebagai "power spot" ini menjadi semakin populer.
"Koza" adalah julukan untuk wilayah budaya yang meliputi perempatan Koza yaitu dari pusat Kota Okinawa, wilayah Goya dan sampai wilayah Nakanomachi. Konon, militer AS menyebut wilayah Goya di Desa Goeku dengan nama "Koza," dan kemudian masyarakat setempat juga memanggilnya dengan nama yang sama. Setelah berakhirnya Perang Pasifik, maka dari 1960-an hingga 1980-an, "Koza" yang berkembang menjadi kota militer pangkalan AS ini menikmati kemakmuran sebagai wilayah yang paling ramai dan sejahtera di Provinsi Okinawa. Pada waktu itu muncul berbagai seni pertunjukan, sehingga lagu dan musik tradisional "Min-yo" dan Okinawan Roc'n Roll menjadi terkenal di seluruh Jepang, serta Festival Eisa Se-Okinawa yang digelar setiap tahun juga disukai para wisatawan. "Koza" menjadi wilayah pusat hiburan terbaik di Provinsi Okinawa.

Goya 5-7-1, Okinawa-shi
Taman ini adalah fasilitas multifungsi yang terdiri atas "kebun binatang" dan "Wonder Museum." Kebun binatang ini memamerkan binatang dari seluruh dunia seperti white lion, gajah, jerapah, dll. selain binatang yang hidup di Kepulauan Ryukyu, sedangkan di Wonder Museum, anak-anak dapat menikmati dunia yang ajaib dan menakjubkan. Taman ini memiliki berbagai program seperti memberi makanan langsung kepada binatang dan berbagai workshop, juga melalui kesempatan ini pengunjung dapat belajar dan memperoleh pengalaman baru sambil menikmati program tersebut bersama keluarga.

Chuo 2-2-1, Okinawa-shi
Pasca Perang Dunia II, Kota Okinawa terus menciptakan budaya yang sangat unik, sambil berinteraksi dengan semangat/energi yang berasal dari pangkalan militer AS dan budaya-budaya lain. Histreet, museum pameran dokumen artefak budaya pascaperang, merupakan ruangan yang menjelaskan sejarah dan budaya pascaperang dari Kota Okinawa yang diketahui sebagai kota pangkalan militer dan lambang kota seluruh Okinawa pascaperang. Untuk mendalami sejarah pascaperang hingga kembalinya Okinawa ke Jepang, museum ini menyebarluaskan informasi dengan memamerkan dokumen-dokumen dan foto-foto pada masa itu.

Uechi 1-1-1, Okinawa (Koza Music Town 1F)
Museum ini merupakan pusat sendratari Eisa, seni pertunjukan tradisional yang mewakili Okinawa. Tempat ini juga memamerkan benda-benda yang berhubungan dengan Eisa, memutar pertunjukan Eisa dengan layar lebar, memberi kesempatan kepada pengunjung untuk menari Eisa dan bermain gitar tradisional Okinawa bersenar 3 yang disebut "Sanshin," serta memperkenalkan bermacam-macam jenis tarian Eisa yang berada baik di Okinawa, seluruh Jepang maupun seluruh dunia. Ada juga tempat untuk berpotret dengan memakai kostum Eisa.

Ishikawa 2298-1, Uruma-shi
Kota Uruma adalah kota pertama di Jepang yang menyebut diri sendiri sebagai "Kota Adu Banteng." Di sini terdapat Dome Serbaguna Ishikawa yang merupakan arena adu banteng bergaya kubah pertama di Provinsi Okinawa yang dibangun pada Mei 2007, dan di dome ini digelar lomba adu banteng sebanyak 20 kali pertahun, termasuk Lomba Adu Banterng Se-Okinawa yang terbesar di provinsi ini. Tabrakan kepala antar banteng yang memiliki berat satu ton lebih ini sangat dahsyat seakan-akan menonton pertandingan bela diri.

Maehara 183-2, Uruma-shi
Fasilitas ini berupa marche (pasar) yang menjual sayur-mayur segar dari petani Kota Uruma maupun dari kota lain yang ada di seluruh provinsi ini, tangkapan ikan-ikan hasil laut di sekitarnya, dan daging-daging yang aman untuk dikonsumsi karena diperihara dengan baik oleh peternak setempat. Dan juga menjual berbagai bunga cantik yang menghiasi meja makan, barang-barang khas Kota Uruma, serta lauk-pauk dan perbekalan yang dimasak dengan bahan-bahan dari marche ini. Restoran dan pujasera (pusat jajanan serba ada) juga ada di sini.
REKI-TABI MAP
Peta Berkeliling Tempat Bersejarah Kota Okinawa & Kota Uruma